Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Saturday, May 15, 2021

Viral''Video Momen Horor Pendaki Tak Sengaja Rekam Sosok Wanita Menyeramkan Berwajah Pucat

 Lelaki bernama Naufal Sinathrya membagikan momen horor tak terduga saat ia dan teman-temannya mendaki gunung. Sesosok wanita dengan wajah pucat nan menyeramkan berhasil terekam kamera hingga mengagetkan dirinya.

Dalam video yang diunggah Rabu (26/4/2021) itu, Naufal tak menduga bahwa dirinya merekam sosok wanita saat ia dan teman-temannya beristirahat sejenak kala mendaki gunung. Sosok itu tampak seakan memerhatikan mereka saat berada di gunung tersebut.


Dari video berdurasi singkat itu, Naufal menyebut tengah mendaki Gunung Papandayan, di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kala itu, ia bersama teman-temannya tampak tengah beristirahat usai mendaki berjam-jam untuk mencapai puncak gunung.

Kala itu, Naufal dan teman-temannya tengah beristirahat sejenak untuk minum. Mereka tampak meregangkan otot sambil mengambil tenaga untuk melanjutkan pendakian. Saat itu, ia sembari bermain ponsel untuk mengabadikan momen di sekitar.

Namun, dari rekaman video tersebut, Naufal tampak tak menduga bahwa ia merekam sosok wanita. Penampakan tersebut tampak berada di belakang temannya yang membawa tas ransel warna merah yang kala itu tidak menyadari hal tersebut.

Terlebih, mereka saat itu tampak fokus beristirahat sembari minum untuk mengambil tenaga. Kendati demikian, penampakan tersebut terlihat jelas di video yang telah dilihat 3,5 juta orang itu. Wajah pucat dan seperti bersanggul. Begitulah penampakan sosok wanita itu.

Sementara itu, menurut pengakuan Naufal di video berikutnya. Peristiwa itu disebut bukanlah sandiwara atau settingan. Ia mengaku sosok itu benar adanya saat mereka mendaki gunung pada Desember 2019 lalu.

"Ini sebenarnya video pada Desember 2019 dan video ini, foto-foto gua saat mendaki Gunung Papandayan. Terserah kalian mau percaya atau nggak. Positif thinking aja," ucap Naufaf di video TikTok-nya tersebut.

Sontak, video itupun menuai perdebatan. Sejak dibagikan dan dilihat jutaan orang, beberapa warganet menganggap video itu merupakan sandiwara. Di sisi lain, ada juga yang memercayai bahwa sosok perempuan berwajah pucat itu benar adanya.

Pasalnya, mereka menganggap penampakan di hutan atau gunung kerap terekam kamera dan bukan rekayasa. Apalagi, gunung dianggap merupakan salah satu tempat menyeramkan dan memiliki penunggu atau makhluk halus.

"Bang, gimana cara ngeditnya bong," tulis @user4662480570793.

"Percaya sih. Gua juga sering naik gunung banyak ketemu yang begituan di jalan. Selagi kita nggak sombong dan selalu ingat Allah SWT, Insya Allah selamat," sahut @ruru.bettafarm.

"Asli itu. Gua pernah ada pengalaman yang begituan di Gunung Dempo di Pagar Alam. Astaghfirullahalazim," timpal @andykaandina.


Friday, May 14, 2021

Kesaksian Warga Gaza Ketika Gedung 13 Lantai Runtuh: Semuanya Hilang dalam Sekejap Mata

 Mohammad Qadada mengaku syok ketika gedung 13 lantai yang menampung perusahan teknologi rintisannya hancur dan rata dengan tanah, Selasa (11/5/2021) dalam serangan udara tanpa henti yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza yang terkepung.

Selama beberapa hari belakangan, jet tempur Israel menargetkan bangunan penting di jantung kota Gaza.


Serangan udara Israel setidaknya meratakan tiga bangunan tinggi Gaza.

Hanadi, satu di antara menara yang dipakai sebagai apartemen hunian dan perkantoran komersial, termasuk Qadada's Planet for Digital Solutions adalah salah satunya.

Menurut sumber lokal, pesawat pengintai tak berawak Israel menargetkan Hanadi dengan beberapa rudal peringatan sebelum dihancurkan oleh jet tempur yang menyebabkan kerusakan material parah di lingkungan kelas atas Rimal.

"Penjaga gedung mengatakan kepada saya hari itu dia menerima panggilan telepon dari pihak Israel, menyuruhnya untuk mengevakuasi gedung dalam waktu dua jam," kata Qadada kepada Al Jazeera.

"Kami tidak berhasil mengevakuasi peralatan perusahaan kami," kata pria berusia 31 tahun itu.

"Kami memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan masuk ke dalam gedung. Waktu sangat terbatas dan orang-orang di sekitar pemukiman sangat takut."

Qadada mendirikan Planet for Digital Solutions pada 2017 dan mengembangkan perusahaan yang mempekerjakan 30 orang.


"Sejak menargetkan dan meratakan bangunan, pertanyaan tentang 'mengapa' tidak pernah lepas dari benak saya. Mengapa itu ditargetkan?," kata Qadada.

"Staf dan saya, kita semua, berada dalam kondisi syok kolektif."

Israel mengatakan gedung-gedung itu menjadi sasaran karena mereka digunakan sebagian untuk memerangi faksi-faksi di Gaza, dengan alasan bahwa ini membuat mereka menjadi target yang "sah".

Namun Qadada mengatakan serangan itu meningkatkan penderitaan warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza dengan melemahkan ekonominya yang sudah hancur dan mengambil mata pencaharian.

"Pemuda di sini berjuang untuk mendapatkan kesempatan kerja yang stabil, tetapi dalam sekejap kami kehilangan segalanya," katanya.

Ini mengkhawatirkan di mana Israel memberlakukan pemadaman listrik di Media. Ini adalah langkah untuk menutupi kejahatan perang yang semakin banyak.

Lama Mohamed, seorang jurnalis berusia 30 tahun, mengatakan Hanadi memiliki tempat khusus di hatinya saat dia menghabiskan bulan madunya di sana.

"Apartemen memiliki pemandangan laut yang fantastis," katanya kepada Al Jazeera.

"Ini bukan hanya bangunan, tetapi ini adalah tempat yang menjadi landmark Kota Gaza, yang memiliki kenangan khusus bagi banyak orang."

Sekira 119 warga Palestina, termasuk 31 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 830 luka-luka sejak permusuhan berkobar sejak Senin (10/5/2021).

Eskalasi dimulai setelah kelompok bersenjata Palestina menembakkan ratusan roket ke Israel, dalam apa yang mereka katakan sebagai tanggapan atas penyerbuan keras oleh polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa minggu lalu yang melukai lebih dari 500 jemaah.

Dengan populasi dua juta orang berdesakan dalam 365 kilometer persegi, Jalur Gaza adalah salah satu daerah terpadat di dunia.

Tidak seperti kota-kota Israel, tidak ada tempat perlindungan bom bagi penduduknya untuk berlindung.

Pada Rabu dini hari (12/5/2021), bangunan lain yang terletak hanya dua kilometer dari lokasi puing-puing tempat Hanadi pernah berdiri juga menjadi sasaran jet tempur Israel.

Gedung Al-Johara di Jalan Jalaa dihantam rudal yang menyebabkan kerusakan parah tetapi bukan runtuhnya menara berlantai sembilan.

Bangunan, yang sebagian besar menampung sejumlah perusahaan media dan produksi selain beberapa apartemen hunian, sebelumnya telah menjadi sasaran rudal peringatan.

Bangunan di dekatnya yang menampung Jaringan Media Al Jazeera, yang terletak di jalan di belakang al-Johara, juga mengalami beberapa kerusakan.

Reem Jarour, putri pemilik al-Johara, mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas pemboman gedung di pusat Kota Gaza itu.

"Semoga Tuhan memberi kita kompensasi," tulis pria berusia 30 tahun itu dalam sebuah posting Facebook.

"Ayahku menghabiskan semua tabungannya untuk gedung ini," tuturnya.

Jarour dan saudara-saudaranya semuanya tinggal di gedung itu, tetapi diperingatkan untuk pergi setelah militer Israel mengirim pesan ke telepon mereka yang memberi tahu mereka tentang penargetan yang akan segera terjadi.

"Kami akan membangun kembali, blok demi blok"

Pada Rabu malam (12/5/2021), ketika jumlah korban tewas di Gaza meningkat dan pemboman Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, gedung bertingkat tinggi lainnya benar-benar diratakan.

Terletak di Jalan Omar al-Mukhtar di jantung Kota Gaza, bangunan Shorouq adalah salah satu blok menara tertua di jalur pantai dan salah satu landmark paling terkenal.

Dibangun pada 1995, gedung ini menampung banyak saluran TV dan kantor media, dan pepatah populer mengatakan bahwa setiap jurnalis di Gaza pernah menghabiskan waktu di gedung itu pada satu titik.

Amal Shurrab, yang ayahnya membantu mendirikan Shorouq, menyaksikan keruntuhannya dari rumahnya.

Terjemahan: Bangunannya hilang !!!!

"Shorouq dikenal oleh semua orang, itu adalah poin penting ketika Anda memberikan alamat kepada sopir taksi," katanya kepada Al Jazeera. "Area di dalamnya sangat ramai, dengan banyak toko, dan selalu ramai oleh orang."

Keluarga Shurrab memiliki beberapa kantor dan perusahaan di gedung itu.

"Sayangnya, kami telah kehilangan segalanya sekarang," katanya.

"Setidaknya kami kehilangan gedung, dan bukan nyawa kami. Setiap bangunan yang dihancurkan akan kami bangun kembali dengan tangan kami sendiri, blok demi blok."

Shurrab berkata tidak ada pembenaran sama sekali untuk menghancurkan bangunan itu dengan "kejam".

"Perusahaan yang pernah menyewa tempat di gedung kehilangan bisnisnya, dan gudang make-up dan pakaian sekarang hilang," katanya.

Menurut Shurrab, penjaga gedung itu juga telah menerima pesan dari Israel yang memberitahunya bahwa dia punya waktu 10 menit untuk mengosongkan tempat itu.

srael kemudian mengirim rudal pelacak untuk menentukan area mana yang nantinya akan ditargetkan rudal F-16.

"Yang sangat aneh adalah ketika rudal ini akhirnya menghantam gedung, tidak ada suara," kata Shurrab. "Sepertinya misil itu bertekanan, dirancang untuk menyedot udara," tambahnya.

"Bangunan itu runtuh dan meratakan deretan toko," lanjut Shurrab, mencatat bahwa "tanpa peringatan apa pun, rudal pengintai juga menargetkan jalan komersial tepat di seberang Shorouq."

Shurrab mengatakan peringatan yang dikirimkan Israel kepada para penghuni gedung dan "rudal peringatan" adalah bagian dari penyiksaan psikologis yang dilakukan terhadap orang-orang Palestina di Gaza.

"Israel tidak peduli (telah) membunuh warga sipil," katanya.


Thursday, March 25, 2021

VIRAL,,Dihamili Pak Kades, Wanita Ini Tak Kunjung Dinikahi Malah Dipukuli, Diancam Dibunuh

 Seorang wanita berinisial NA (27) mengaku telah dihamili oleh kepala desa (kades).

Ia tak kunjung dinikahi dan malah sering dipukuli oleh pak kades.

Warga Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah itu mengaku diancam dibunuh hingga disantet.


Tak betah dianiaya oleh calon bapak dari anaknya, NA melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan, Rabu (24/3/2021) siang.

Ia mengadukan salah satu kepala desa, di Kecamatan Paninggaran yang dituding telah menghamili dan ingkar menikahinya.

"Hari ini saya melaporkan atas kasus, saya dihamili oleh kades yang ada di wilayah Kecamatan Paninggaran," kata NA kepada Tribunjateng.com.

Selain melaporkan kasus atas dihamili kades, ia juga melaporkan atas ancaman dan kekerasan yang dialaminya.

Dirinya juga mempunyai bukti-bukti ancaman dalam bentuk rekaman suara dan screenshot chat kades tersebut.

"Kehamilan saya berusia 11 minggu, saya dihamili dibawah ancaman," kata dia.

"Ancamannya dalam bentuk perkataan melalui WhatsApp, telepon, atau ngomong secara langsung," imbuhnya

NA juga mengungkapkan, dirinya juga diancam mau dibunuh, disantet, dan dibikin sengsara seumur hidup.

"Saya kenal dengan kades sejak tahun 2015," ujar perempuan berkerudung itu.

Sejak pertama kenal hingga sekarang saya sering menerima kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dijambak, bahkan diludahi," ungkapnya.

Ia berharap dengan laporan ke Polres Pekalongan ada keadilan untuk dirinya.

"Kata pak polisi yang memeriksa tadi, kasus ini akan segera diproses," harapannya.

Polisi: Kita Proses

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin membenarkan adanya laporan tersebut.

"Untuk saat ini korban masih dilakukan pemeriksaan atau interogasi dan diminta keterangan oleh penyidik PPA," katanya.

Kemudian, setelah itu pihaknya akan melengkapi saksi-saksi dan alat buktinya.

"Yang jelas pengaduan ini akan kami tindaklanjuti," imbuhnya.

Hingga saat ini Kasat Reskrim Polres Pekalongan tak bersedia menyebutkan nama dan asal kades tersebut.

Konfirmasi Kades

Terpisah, salah seorang Kades di wilayah Kecamatan Paninggaran, yakni E, saat dihubungi Tribunjateng.com, menepis atas tuduhan yang dilaporkan.

"Saya tidak melakukan kekerasan," ujarnya.

"Justru, sejak dia ditinggalkan ayahnya kerja di luar kota, saya sering membantu keluarganya," tambah dia.

Menurutnya, kejadian ini terjadi sebelum ia menjabat menjadi kepala desa.

"Sebenarnya, masalah ini sudah selesai dan saya siap bertanggungjawab untuk menikahinya," ujarnya.


Sunday, March 14, 2021

Waspada! Banyak hoaks vaksinasi Covid-19 yang digelar BUMN, Ini Faktanya

 Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, Arya Sinulingga meminta masyarakat waspada. Dia berpesan agar warga tidak terpancing untuk memberikan data pribadi ke tautan pendaftaran palsu yang banyak beredar. 

Dia mengatakan, tautan dengan platform googleform tersebut selain memberikan informasi yang tidak valid, juga bertujuan untuk mencuri data pribadi pendaftar. 


"Sejak awal Sentra Vaksinasi Bersama ini berdiri sangat banyak beredar berita bohong atau hoax, saya minta masyarakat berhati-hati," kata Arya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021). 

Arya mengatakan, masyarakat jangan mencoba-coba untuk melakukan pendaftaran kecuali melalui informasi akun sosial media resmi Sentra Vaksinasi Bersama di @sentravaksinasibersama. 

Dia menjelaskan, untuk persyaratan pendaftaran penerima vaksinasi, yaitu: 

1. Berusia di atas 59 tahun 

2. Memiliki KTP DKI Jakarta 

3. Bagi yang tidak ber-KTP DKI Jakarta harus memiliki surat keterangan domisili dari Ketua RT/RW 

4. Bisa mendaftar melalui google form resmi yang terdapat di akun Instagram @sentravaksinasibersama

Sepekan sudah dilakukan vaksinasi Covid-19 di Sentra Vaksinasi Bersamma, sudah ada 28.000 pendaftar yang divaksinasi terdiri dari kalangan lansia dan pekerja pelayanan publik. 

Kedua kelompok ini merupakan kelompok sasaran prioritas penerima vaksinasi tahap kedua setelah vaksinasi tenaga kesehatan yang dilakukan di tahap pertama.


Saturday, March 13, 2021

Perjuangan, Bocah SD yang Hidupi Ayah Lumpuh dan Ibu Bisu di NTT

 Kementerian Sosial menyalurkan bantuan kepada keluarga Benediktus Poseng di Desa Nanga Meze, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Benediktus mengalami kelumpuhan, sementara sang istri Wihelmia Mbi lumpuh dan bisu.

Keduanya diasuh dan dihidupi sang anak, Risalianus Aja.


"Kemensos mengirimkan tim sebanyak lima orang. Mereka sudah melakukan respon kasus terhadap keluarga bapak Benediktus Poseng, pada Kamis dan Jumat lalu," kata Kepala Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Naibonat Supriyono melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/3/2021).

Tim yang dikirim berasal dari sejumlah balai.

Balai Rehsos Anak Naibonat diterjunkan untuk memastikan Risalianus bisa sekolah.

Sementara Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (BRSPDSRW) Efata di Kupang dan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta diterjunkan untuk membantu orang tua Risalianus.

Benediktus mengalami kelumpuhan akbat Ostheo Artritis (OA) Bilateral (pengapuran) di kedua lututnya.

Sementara sang istri, Wihelmia Mbi mengalami stroke hemiparese dan kekakuan paralumbal.

"Untuk bapak Benediktus, penanganan yang diberikan adalah dilakukan latihan fisioterapi agar diketahui kondisi kekakuannya serta diberikan alat bantu berupa Korset Paralumbal," jelas Supriyono.

"Untuk ibu Wihelmia penanganan berupa latihan fisioterapi agar diketahui kondisi kekakuannya serta diberikan alat bantu berupa Korset Paralumbal," tambah Supri.

Tim Kemensos memberikan dukungan psikososial dan pemberian motivasi kepada Risalianus yang dilakukan pekerja sosial.

"Selain itu, Tim Kemensos juga memberikan bantuan berupa sembako, bahan penambahan nutrisi, selimut, popok dewasa, handuk, pakaian (dewasa dan anak), pakaian dalam, kasur lipat serta alat-alat kebersihan diri," tutur Supriyono.

Selanjutnya, Benediktus Poseng direkomendasikan dirujuk ke RSUD Borong atau RS Siloam di Manggarai Barat.

Sementara Wihelmina akan dirujuk ke Pusat Gangguan Jiwa dan Klinik Renceng Mose Ruteng atau RSJ Naimata.

"Aparatur desa bersama Puskesmas dan dinas sosial membantu keluarga besar mengurus proses rujukan,” kata Supriyono.

Pemerintah Desa Nanga Meze juga akan memberikan bantuan Rumah Layak Huni melalui APBDes 2021.