Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts
Showing posts with label INSPIRASI. Show all posts

Friday, February 12, 2021

Bikin Haru, Pemuda Menyamar Jadi Pembeli Demi Lariskan Dagangan Ibu

 Melihat jualan sang ibu yang sepi pembeli, dia berinisiatif membantunya.

Berbakti kepada orangtua sudah menjadi kewajiban setiap anak. Salah satunya membantu usaha orangtua, baik langsung maupun secara diam-diam.


Seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda satu ini. Aksinya viral saat mencoba membantu membuat dagangan ibunya laku.

Cara yang dilakukan pemuda tersebut termasuk kreatif dan bisa dijadikan inspirasi dalam membantu usaha orangtua.

Anak Berbakti, Diam-diam Bantu Usaha Ibu Jualan Rujak

Melalui video yang dibagikan di TikTok, kreator dengan akun @afaromi18, memperlihatkan bagaimana dia membantu ibunya yang berjualan rujak.

Melihat jualan sang ibu sepi karena baru buka, dia berinisiatif membantunya. Tetapi dia melakukan hal tersebut tanpa sepengetahuan sang ibu.

" Jadi mamah aku baru jualan online. Tapi sepi, karena baru kali ya. Jadi aku coba bantu tanpa sepengetahuan mama," tulisnya dalam video.

Tampak dalam video, ibu pemuda tersebut membuka warung rujak yang cukup sederhana di teras rumah.

Sayangnya, warung tersebut tampak sepi, tidak ada pelanggan yang datang untuk membeli.

Merasa kasihan dengan ibunya, dia memutuskan untuk membantu dengan menjadi pembeli pertama.

Pesan Makanan Buatan Ibu Sendiri

Pemuda itu diam-diam memesan rujak buatan ibunya sendiri melalui aplikasi ojek online (ojol) biar dikira ada yang beli.

Melalui aplikasi, dia mencari warung ibunya. Dia kemudian membuat pesanan untuk rujak tersebut.

Sebelum driver ojol meluncur ke lokasi warung sang ibu, pemuda itu memberi pesan melalui fitur chatting di aplikasi.

" Itu jajanan mamah saya, nanti rujaknya buat abang aja, saya cuma bantu mamah saya. Tapi jangan bilang ke orangnya ya," tulis pemuda itu ke driver ojol.

Didoakan Semoga Jualannya Laris Manis

Akhirnya driver ojol sampai ke lokasi dan langsung membeli rujak seperti yang diminta oleh pemuda itu.

Driver ojol itu berterima kasih kepada pemuda itu karena diberi rujak gratis. Dia juga mendoakan agar jualan ibu pemuda itu laris.

" Berarti makanannya buat saya. Semoga emaknya jualannya lariss maniss bang," jawab si driver ojol.

Banyak Figur Publik Ikut Mendukung dan Beri Semangat

Aksi pemuda tersebut sontak menjadi viral di media sosial. Netizen pun melontarkan pujian dan dukungan untuk ibu pemuda itu.

Tidak hanya itu, beberapa akun bercentang biru milik figur publik juga memperlihatkan dukungan mereka terhadap bakti pemuda itu kepada orangtua.

" Semoga lariss teruss, semangat mamah sehat selalu."

" De real anak berbakti daripada bilang malu sama kerjaan ortu tapi minta epon."

" Ya Alloh aku nangis. lancar dan rame terus usahanya.. sehat2 mamah nya. ku doa'kan kamu segera sukses biar bisa membahagiakan orang tua mu."

" Komennya dipenuhi centang biru, semangat abang."


Wednesday, January 13, 2021

Maaf, Ayah dan Ibu. Saat Ini Aku Belum Bisa Memberi Sesuatu, Tapi Aku Sedang Berusaha Semampuku

 Ayah, Ibu, apa kabar kalian di rumah? Masih kuingat dulu saat kekhawatiran tentang biaya sekolah melanda, lalu Ayah mengatakan dengan penuh keyakinan,

Kini masa itu sudah lama berlalu. Dengan kerja keras Ayah dan Ibu, aku berhasil mengenyam pendidikan dengan tuntas. Aku juga sudah bekerja, meski dengan penghasilan minim yang hanya cukup untuk hidup sehari-hari di kota orang. Dalam bayanganku, aku akan segera bisa menggantikan peranmu untuk bekerja keras. Segudang rencana sudah aku punya sejak sebelum mendapat predikat sarjana. Hanya satu yang kukejar, yaitu membahagiakan Ayah dan Ibu.


Bila mengikuti keinginan hati, aku mau Ayah dan Ibu berhenti bekerja. Kini saatnya anakmu yang menggantikan perjuangan

Perjuangan Ayah dan Ibu sudah begitu lama. Sejak aku belum ada, sampai akhirnya aku sudah menyelesaikan pendidikan sarjana. Selama kuliah aku selalu berharap cepat lulus, cepat mendapat pekerjaan, dan segera bisa menggantikan perjuangan yang sudah Ayah dan Ibu lakukan sekian lama. Ingin rasanya melihat kalian duduk tenang di teras rumah, tak perlu lagi memikirkan apa menu makan esok hari ataupun biaya sekolah adik-adik. Tak perlu Ayah dan Ibu bekerja lagi. Karena kini ada anakmu yang sudah sarjana dan siap memenuhi semua kebutuhan.

Tapi hidup selepas kuliah ternyata tak semudah yang kubayangkan. Ekspekstasi tinggi tentang penghasilan hanya ada di angan-angan

Baru kusadari pikiran itu begitu naifnya. Dulu kupikir dengan gelar sarjana yang kupunya, aku bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar di kota orang. Lalu aku akan rutin mengirim uang kepada Ayah dan Ibu. Tapi kenyataannya, mencari kerja tidak semudah yang kukira. Gaji tinggi yang kubayangkan selama kuliah ternyata masih jauh dari jangkauan. Ini baru permulaan, begitu kata orang-orang.

Janji-janji yang dulu kuucapkan belum bisa kutepati. Karena kenyataannya penghasilan kecilku hanya cukup untuk diri sendiri

Kini aku mengerti, bahwa mewujudkan janji-janji yang dulu kuberikan tidak semudah yang kupikirkan. Apakah Ayah dan Ibu ingat, dulu aku berjanji untuk membelikan mesin cuci? Juga janji untuk mengajak Ayah dan Ibu liburan bersama? Ah, sedih rasanya mengingat itu semua. Karena kenyataannya, sekeras apapun aku berusaha menyisihkan uang, gaji kecilku saat ini hanya cukup untuk diri sendiri. Ibu bilang “tak apa, yang penting kamu sudah mandiri.”

Ini dan itu ingin kuberikan dan kubelikan. Tapi untuk saat ini, aku hanya bisa memberikan janji untuk berusaha lebih keras lagi

Saat telepon dari rumah datang, dan cerita tentang kehidupan di kampung halaman kudengar, rasanya aku ingin segera pulang. Tentang telepon rumah yang kini tak bisa terpakai lagi, tentang ponsel tua Ayah yang sering mati sendiri, sering kali membuatku sedih. Janjiku yang dulu untuk memenuhi semua kebutuhan memang belum bisa kutepati. Saat ini aku hanya bisa berjanji untuk berusaha lebih keras lagi.

Bayangan gurat wajah yang tua dan lelah semakin memacu semangatku. Suatu saat nanti semoga tiba senyum bangga yang menghangatkan hati

Bekerja memang membuat lelah. Dulu kukira, bila aku bekerja di dunia yang kusukai, setiap hari hanya ada senang yang kurasa. Tapi ternyata tidak juga. Rasa lelah, bosan, dan rindu rumah serta pelukan-pelukanmu nyaris kurasakan setiap harinya. Ketika semangat untuk meraih mimpi terasa pudar, kutatap foto usang kalian yang kupasang di kamar. Senyum tua di kulit keriput Ayah dan Ibu tak pernah gagal memacu semangatku. Suatu saat nanti, akan kuubah senyum lelah itu menjadi senyuman bangga.

Bila nanti saatnya tiba, Ayah dan Ibu tinggal duduk saja, menikmati masa tua dengan tenang dan bahagia

Saat ini aku memang belum bisa memberikan apa-apa. Bahkan sesekali, aku masih membutuhkan bantuan dari kalian. Tapi Ayah dan Ibu yakin saja. Saat ini anakmu sedang berjuang mati-matian untuk berkembang.  Suatu saat nanti, janji-janji yang dulu kuberikan akan kutepati. Ayah dan Ibu duduk saja, menikmati semuanya sambil bersantai membaca koran di teras atau menonton televisi.

Meski tak akan pernah sepadan dengan pengorbanan kalian, selama masih bisa, aku akan terus berusaha

Semua yang kulakukan, Ayah dan Ibu, bukan untuk membalas ataupun mengembalikan segala yang sudah kalian berikan. Karena aku tahu sampai kapan pun aku itu tidak akan pernah sepadan. Aku hanya ingin membuat kalian sedikit bangga, dan bisa menikmati masa tua dengan senang. Sebagai tanda terima kasih karena Ayah dan Ibu sudah membawaku ke dunia, dan memberi kehidupan yang luar biasa.

Hidup memang tak pernah mudah. Ayah dan Ibu pasti yang paling tahu. Tetapi aku tidak akan menyerah. Mimpi-mimpi untuk membahagiakan orang tua hanya sejengkal lagi untuk kugapai. Ayah, Ibu, sabarlah dahulu. Berilah anakmu ini restu, agar bisa segera mewujudkan mimpi-mimpi yang kalian titipkan kepadaku.


Disaat Kamu Sudah Sukses Nanti, Jangan Pernah Meninggalkan Orang yang Berada Bersamamu Saat Kamu Memulainya

 Dear suami, setelah kamu mengikat janji suci dihadapan Tuhan, maka disitulah kamu harus benar-benar memulainya dengan penuh rasa tanggung jawab dan penuh keimanan. Cintailah dia yang telah kamu jadikan milik dengan cinta yang selalu merujuk pada cinta Tuhan. Baik senang maupun susah, tetaplah berada disampingnya, sebab cintamu sungguh akan sangat berharga bila kamu mampu bertahan dalam suasana seperti apapun. Dan ingatlah juga, disaat kamu sukses nanti, jangan pernah kamu meninggalkannya, sebab dialah satu-satunya orang yang benar-benar setia bersamamu saat kamu memulai segalanya.


Jangan Sampai Karena Kamu Telah Memiliki Segalanya, Maka Kamu Lupa Segalanya

Karena pada hakekatnya, wanita memang tidaklah butuh sebongkah berlian dan uang yang melimpah, tapi dia butuh kesetiaan dan kesucian cinta yang terjalin tetap kokoh. Maka, jangan sampai karena kamu telah memiliki segalanya, lantas kamu melupakan segalanya, melupakan betapa setianya dia selalu ada disampingmu disaat kamu masih bukan siapa-siapa.

Ingatlah Dulu Betapa Bersabarnya Dia, Saat Kamu Masih Tidak Memiliki Apa-Apa

Ingatlh dengan hati yang bijak, betapa bersabarnya dia dulu berada didekatmu, dimana waktu itu kamu maish belum memiliki apa-apa. Jangan pernah kamu tukar ketulusan, kepercayaan, dan cintanya dengan harta yang baru kamu dapatkan.

Dia Yang Selalu Menyemangatimu, Dia Yang Selalu Menenangkanmu, Dan Dia Pulalah Yang Selalu Mendoakanmu Dengan Penuh Cinta

Ingatlah, bahwa dia yang tiada henti menyemangatimu, dia yang selalu menenangkanmu disaat kamu dalam kegagalan dan kegagalan, dan dia pulalah yang selalu mendoakanmu tiada jenuh dengan penuh rasa cinta dan ikhlas.

Dialah Satu-satunya Orang Yang Selalu Siap Disampingmu, Tatkala Orang Lain Senantiasa Mengesampingkanmu

Dialah satu-satunya orang yang selalu siap disampingmu, tatkala orang lain masih belum menganggapmu siapa-siapa.Sebab itulah mengapa sampai kapanpun, tak peduli sebanyak apapun hartamu, seberapa hebat jabatanmu, tetaplah ingat bahwa kesuksesanmu ada andil dari cinta dan doa tulusnya.

Maka Ingatlah Betapa Berharga Dirinya, Jauh Sebelum Kamu Memiliki Sesuatu Yang Berharga Seperti Saat Ini

Maka ingatlah betapa berharga dirinya, karena jauh sebelum kamu memiliki sesuatu yang berharga seperti saat ini, dialah satu-satunya orang yang selalu ikhlas menerima dan menghargaimu dengan penuh rasa sabar. Dan dialah orang yang selalu tiada henti mendoakanmu agar selalu kuat, hingga kamu bisa sukses seperti saat ini.